Adobe Photoshop adalah aplikasi penyunting rafis byyang digunakan di berbagai jenis profesi, termasuk desain grafis, fotografi, dan pengembangan web. Bahkan, para pengguna komputer rumah pun bisa menggunakan Photoshop untuk menciptakan karya seni dan menyesuaikan foto. Saat kali pertama menggunakan Photoshop, Anda akan mengalami kurva pembelajaran karena terdapat beragam peralatan dan fitur yang dimiliki program tersebut. Artikel wikiHow ini akan mengajarkan kepada Anda dasar-dasar Adobe Photoshop—cara membuat gambar, menggunakan peralatan menggambar dan melukis, bermain dengan warna, dan membuat beragam penyesuaian pada gambar.
Metode 1
Metode 1 dari 8:
Membuat Gambar Baru
1
Buka Photoshop pada komputer. Aplikasi ini bisa Anda temukan di menu “Start” Windows atau folder “Applications” pada komputer Mac. Photoshop akan menampilkan halaman sambutan setelah dibuka.
2
Klik Create new. Opsi ini berada pada panel kiri. Jendela “New Document” akan dibuka dan Anda bisa menyesuaikan ukuran kanvas awal pada jendela tersebut.
Jika Anda menggunakan versi lama dari Adobe Photoshop yang tidak menampilkan atau memiliki halaman sambutan, klik menu “File” dan pilih “New” untuk membuat gambar baru.
Jika Anda ingin membuka gambar yang sudah ada dari komputer, pilih “Open” untuk menelusuri berkas.

3
Tentukan dimensi kanvas yang dibuat. Kanvas ini akan menjadi area kerja dan Anda harus membuatnya dalam ukuran yang diinginkan. Ada baiknya Anda mengawali dengan templat atau preset dokumen kosong yang Anda bisa telusuri menggunakan tab di bagian atas jendela. Templat-templat ini dikelompokkan berdasarkan jenis gambar dan memuat opsi-opsi ukuran dan resolusi paling umum untuk beragam jenis proyek.
Sebagai contoh, jika Anda ingin membuat gambar berukuran A5 untuk dicetak, klik tab “Print” dan pilih “A5”.
Anda juga bisa menyesuaikan dimensi dan resolusi gambar secara manual menggunakan panel "Preset Details" di sisi kanan.

4
Ubah resolusi gambar. Resolusi menentukan banyaknya piksel dalam satu inci persegi gambar. Makin banyak jumlah piksel dalam area tersebut, makin jelas detail gambar. Jika Anda memilih templat dokumen kosong, jaga resolusi agar tetap sama, kecuali Anda memang perlu menetapkannya dalam besaran yang sudah pasti. Jika Anda berencana mencetak gambar dan sebelumnya tidak memilih templat dari kategori “Print”, naikkan resolusi gambar menjadi minimal “220 ppi” (atau “300 ppi” untuk hasil terbaik).[1] Opsi “300 ppi” merupakan resolusi cetak bawaan/utama Adobe.
Makin tinggi jumlah piksel per inci (ppi), makin besar pula ukuran berkas yang dihasilkan. Berkas-berkas yang besar membutuhkan tenaga proses yang lebih besar dari komputer dan memakan waktu yang lebih lama untuk diunduh. Oleh karena itu, jangan gunakan opsi “300 ppi”, kecuali jika Anda memang berencana mencetak gambar yang dibuat.
Resolusi web standar adalah “72 ppi”. Saat membuat gambar untuk diunggah ke internet, berfokuslah pada dimensi (tinggi dan lebar), alih-alih resolusinya (ppi). Peningkatan resolusi ke opsi di atas “72 ppi” untuk gambar-gambar berbasis web tidak akan membuat perubahan saat gambar ditampilkan di peramban web.
Pilih resolusi yang Anda ingin pertahankan. Anda tidak dapat menaikkan resolusi gambar di lain waktu tanpa mengurangi kualitas gambar.

5
Tentukan mode warna gambar. Mode warna menentukan perhitungan dan penayangan warna. Pilih templat atau preset untuk menentukan mode warna secara otomatis. Namun, Anda mungkin perlu mengubahnya, tergantung pada konten yang akan dibuat. Mode warna merupakan pengaturan yang Anda masih bisa ubah setelah gambar diciptakan, tanpa risiko atau konsekuensi yang serius.
”RGB Color” merupakan mode warna standar. Mode ini cocok untuk gambar-gambar yang akan ditinjau di komputer, serta sebagian besar dokumen cetak.
”CMYK Color” erupakan mode warna umum yang lain, tetapi biasanya hanya digunakan untuk dokumen cetak. Ada baiknya Anda membuat gambar dalam mode RGB terlebih dahulu, kemudian mengonversinya ke mode CMYK sebel

Komentar
Posting Komentar